HALOPOS.ID|MUARA ENIM –petak los pasar inpres Muara Enim dibangun dengan dana APBD kabupaten Muara Enim hari Rabu 18 februari 2026 diresmikan oleh bupati Muara Enim ditandai dengan pengguntingan pita, penandatanganan prasasti dan penyerahan kunci kios secara simbolis kepada pedagang.
Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua TP PKK Muara Enim Hj. Heni Pertiwi Edison, Kepala Disperindag ESDM Drs. Bhakti, Forkopimda, Pimpinan Instansi Vertikal, Kepala OPD serta para pedagang pasar.
Bupati Muara Enim menyampaikan bahwa, Pasar Gedung C ini dibangun menggunakan APBD Kabupaten Muara Enim tahun 2024 dan 2025.
“Para pedagang nantinya akan menempati 240 kios masing-masing berukuran 2×3 m², 96 kios di lantai 1 dan 144 kios di lantai 2,” ujar Edison.
Lebih lanjut, Edison menjelaskan, lantai 1 Pasar Gedung C diperuntukan untuk pedagang kering, seperti barang pecah belah, aksesoris dan elektronik.
“Sedangkan lantai 2 tersedia fasilitas kuliner, UMKM dan wahana permainan anak-anak,” jelasnya.
Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang itu berpesan kepada para pedagang yang nantinya akan menempati kios-kios agar dapat menjaga dan memelihara dengan baik
“Jangan sampai ada ketidakdisiplinan dalam merawat dan menjaga bangunan ini,” pesannya.
Edison menegaskan seluruh instalasi listrik yang ada di Gedung C sudah memenuhi kebutuhan masing-masing kios
“Jangan ada yang menambah kabel listrik, apalagi yang tidak standar sampai panas berhari-hari dan mengeluarkan api,” tegasnya.
Dirinya pun meminta agar kebersihan pasar dapat dijaga bersama-sama, bukan hanya pihak pengelola tapi juga para pedagang.
“Kalau ada parit yang tidak lancar atau atap yang bocor segera laporkan supaya pasar tidak kotor,” pungkasnya.
Kepala Disperindag ESDM Muara Enim Drs. Bhakti menambahkan bahwa, Pasar Gedung C ini merupakan salah satu proyek strategis daerah Kabupaten Muara Enim.
“Pembangunannya dilakukan pendampingan hukum dari Kejari Muara Enim untuk memastikan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Selain itu, sambung Bhakti, kehadiran Pasar Gedung C ini disambut antusias bukan hanya para pedagang, tapi juga pelaku UMKM.
“Dengan ramainya pembeli, tentu omset pedagang bertambah, sekaligus meningkatnya PAD bidang retribusi,” tambahnya.
Meski demikian, Bhakti mengatakan pembangunan gedung pasar yang megah ini tidak akan berarti tanpa adanya komitmen semua pihak.
















