Hadapi Cuaca Ekstrem, Gus Fawait Instruksikan Seluruh Elemen Pemerintah Siaga Penuh

Bupati Jember, Muhammad Fawait
Bupati Jember, Muhammad Fawait

HALOPOS.ID/JEMBER – Menindaklanjuti rilis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat melakukan langkah antisipasi.

Bupati Jember, Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait, memimpin langsung rapat koordinasi dan evaluasi guna memastikan kesiapan seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem di Jember.

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Jember 10–20 Februari

Berdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember, pada 10 hingga 20 Februari. Intensitas curah hujan yang tinggi berpotensi memicu banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor di sejumlah titik rawan.

Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait menegaskan seluruh elemen pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan, telah diinstruksikan untuk siaga penuh. Koordinasi juga melibatkan TNI, Polri, serta relawan penanggulangan bencana.

“Kami melakukan koordinasi dan evaluasi kesiapan seluruh elemen Pemkab Jember. Semua harus bergerak bersama untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem ini,” kata dia Sabtu (14/2/2026.

Status Tanggap Darurat Bencana Ditetapkan

Sementara itu, Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengungkapkan bahwa Bupati Jember telah menerbitkan surat keputusan status tanggap darurat bencana.

Status tanggap darurat di Jember berlaku mulai 12 hingga 26 Februari. Dengan keputusan tersebut, BPBD bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, serta masyarakat, akan fokus pada penanganan dampak banjir bandang, termasuk perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Dengan status tanggap darurat ini, seluruh elemen akan bahu-membahu menyelesaikan persoalan di lapangan,” ujarnya.

Curah Hujan Tertinggi dalam 20 Tahun Terakhir

Pj Sekda Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, menambahkan bahwa berdasarkan data BMKG, curah hujan yang mengguyur Jember saat ini masuk kategori sangat ekstrem.

“Data menunjukkan curah hujan kali ini merupakan yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Ini situasi serius, namun masyarakat diminta tidak panik berlebihan,” katanya.

Helmi menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap potensi bencana susulan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus hadir mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat berlangsung.

Imbauan untuk Warga Jember: Tetap Tenang dan Waspada

Meski situasi menuntut kewaspadaan tinggi, Gus Fawait mengimbau masyarakat Jember agar tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta aktif memantau perkembangan cuaca di lingkungan masing-masing hingga 20 Februari mendatang.

“Kami bersama TNI, Polri, dan relawan akan terus bersiaga. Pemerintah Kabupaten Jember hadir untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan masyarakat merasa aman,” pungkasnya.

Langkah cepat dan koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu meminimalisir risiko serta dampak bencana akibat cuaca ekstrem di Jember, sehingga masyarakat dapat melewati masa tanggap darurat dengan aman dan selamat.