HALOPOS.ID|PALEMBANG – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Abi Kusno CS, Lorong Kemana, RT 47 RW 02, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, Kamis (12/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Sebanyak 11 rumah warga dilaporkan hangus terbakar.
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Rudi Pianto (41), warga sekitar yang rumahnya turut terdampak kebakaran. Ia mengaku melihat kobaran api pertama kali muncul dari rumah milik Deti Kurnia yang dalam kondisi tidak berpenghuni.
“Saya lihat api sudah membesar dari rumah itu. Karena angin cukup kencang, api cepat sekali menyebar ke rumah lainnya,” ujar Rudi.
Kencangnya angin di lokasi kejadian membuat api dengan cepat merambat ke bangunan lain yang berdempetan. Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba.
Sebanyak enam unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palembang diterjunkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api selama lebih kurang satu jam. Kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 03.20 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kapolsek Kertapati, AKP Angga Kurniawan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya bersama SPKT dan Tim Inafis Polrestabes Palembang telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Semalam anggota kita telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP, termasuk memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian itu,” jelas Angga saat dikonfirmasi, Kamis (12/2) siang.
Terkait penyebab kebakaran, Angga menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, berdasarkan keterangan awal dari warga, titik api diduga berasal dari rumah yang tidak berpenghuni tersebut.
“Dugaan sementara karena konsleting listrik, namun anggota kita masih melakukan penyelidikan. Untuk korban jiwa maupun luka-luka tidak ada. Jumlah pasti kerugian juga masih didata,” tutupnya
















