HALOPOS.ID|PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memastikan Provinsi Sumsel siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan event internasional Asian Mini Football Championship 2026 yang akan berlangsung pada 24 April hingga 4 Mei 2026 di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang.
Kesiapan tersebut disampaikan Gubernur Herman Deru saat menerima audiensi Pengurus Pusat Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) bersama President International Minifootball Federation (IMF) Mr. M. Dousari dari Riyadh serta delegasi Irak di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Jumat (6/2/2026) siang.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua KSMI Pusat Yan Mulia Abidin, Sekretaris Jenderal KSMI Daeng Supriyanto, SH, MH, Ketua KSMI Sumsel Sefri Barka, Sekretaris KSMI Sumsel M. Ali Ruben, serta para delegasi internasional lainnya.
Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa bangga dan terhormat atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumsel sebagai tuan rumah turnamen tingkat Asia tersebut.
“Ini merupakan kebanggaan bagi saya dan jajaran Pemprov Sumsel dapat bertemu langsung dengan Presiden IMF. Pemilihan Sumsel sebagai lokasi penyelenggaraan Piala Asia Mini Football merupakan sebuah kehormatan besar,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, penyelenggaraan event ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarbangsa.
“Ini akan semakin mempererat hubungan persaudaraan. Apalagi Presiden IMF juga sesama muslim. Di Sumsel sendiri sekitar 95 persen penduduknya beragama Islam, kurang lebih 8 juta jiwa. Ini menjadi momentum silaturahmi yang baik, baik secara kemanusiaan maupun antar tim sepak bola mini,” tambahnya.
Ia menegaskan Pemprov Sumsel siap memenuhi seluruh kebutuhan sebagai tuan rumah, mulai dari infrastruktur hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Kita siap. Apa saja yang perlu disiapkan sebagai tuan rumah akan segera kita lakukan.
Saya minta KSMI Sumsel berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk Dinas PU Perkim, agar pembagian hak dan kewajiban antara pusat dan daerah jelas, transparan, dan persiapannya berjalan lancar,” tegasnya.
Pemprov Sumsel, lanjut Herman Deru, juga akan menyiapkan infrastruktur penunjang seperti akomodasi bagi atlet dan ofisial, serta lapangan pertandingan yang memenuhi standar internasional.
Sementara itu, President IMF Mr. M. Dousari mengaku sangat bahagia dapat berkunjung ke Sumsel dan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan.
“Sumsel sudah dikenal sebagai daerah yang berpengalaman menggelar event internasional. Dari pengamatan kami di level Asia, kami yakin penyelenggaraan turnamen ini akan berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menekankan bahwa olahraga merupakan faktor pemersatu bangsa-bangsa. Kunjungan ini menjadi yang pertama baginya ke Sumsel dan diharapkan dapat memperkuat hubungan persaudaraan di masa mendatang.
“Saya optimistis Asian Mini Football Championship 2026 akan sukses dengan dukungan penuh dari Gubernur Sumsel,” ujarnya.
Dalam turnamen ini, sebanyak 16 negara akan ambil bagian, yakni Indonesia, Lebanon, Timor Leste, Irak, Maladewa, Singapura, Taiwan, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Filipina, India, Pakistan, Kazakhstan, Tiongkok, dan Brunei Darussalam. Negara-negara peserta telah dibagi ke dalam empat grup melalui proses undian terbuka yang dilaksanakan di Jakarta pada Rabu (4/2/2026) lalu.
Ketua KSMI Pusat Yan Mulia Abidin menjelaskan pemilihan Jakabaring Sport City sebagai lokasi pertandingan karena kawasan tersebut dinilai lengkap dan terintegrasi.
“Jakabaring sudah one stop service, dari hulu ke hilir. Hari ini rombongan juga akan mengecek langsung kesiapan lapangan. Untuk mini football, kawasan ini sangat memungkinkan karena sesuai standar,” jelasnya.
Yan juga menyebutkan bahwa Presiden IMF menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Asian Mini Football Championship 2026 menggantikan Vietnam yang terkena sanksi.
“Jika penyelenggaraan ini sukses, bukan tidak mungkin kedepan Sumsel bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Football dengan peserta hingga 53 negara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yan menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga mendukung pengembangan sport industry dan sport tourism. Oleh karena itu, KSMI melibatkan berbagai kementerian, mulai dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, hingga sektor kebudayaan.
“Bahkan kami juga merencanakan pemecahan rekor MURI, seperti menggiring bola terbanyak bersama puluhan ribu pelajar serta fun run pelajar sebagai rangkaian kegiatan,” pungkasnya.
















