HALOPOS.ID|PALEMBANG – Isu pergeseran pucuk pimpinan Partai Gerindra Kota Palembang kian menguat. Wali Kota Palembang Ratu Dewa akhirnya angkat bicara terkait namanya yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Palembang, posisi yang saat ini masih dipegang Prima Salam, sekaligus Bendahara DPD Gerindra Sumatera Selatan.
Menanggapi wacana tersebut, Ratu Dewa memilih bersikap terbuka namun tetap berhati-hati. Ia menegaskan, seluruh keputusan organisasi merupakan kewenangan partai dan tidak bisa diputuskan secara personal.
“Kalau hal itu sah-sah saja dalam dinamika politik. Tapi sampai sekarang masih sebatas wacana. Nama saya memang disebut di sejumlah partai, tapi kita lihat saja beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa bulan ke depan,” ujar Ratu Dewa usai peresmian Sekretariat BPC HIPMI Kota Palembang, Rabu (4/2/2026) sore.
Ratu Dewa juga mengakui adanya dorongan dan aspirasi dari sejumlah pihak. Namun, ia memastikan belum mengambil keputusan apa pun terkait langkah politik lanjutan.
“Kalau permintaan memang sudah ada yang menyampaikan, tapi saya belum memutuskan. Wacana politik ini berkembang secara alami saja,” tutupnya.
Sebelumnya, santer beredar kabar bahwa peta kekuatan internal Partai Gerindra di Kota Palembang mulai mengalami pergeseran. Nama Ratu Dewa mencuat sebagai figur yang dinilai memiliki legitimasi politik dan elektoral untuk memimpin DPC Gerindra Palembang, terlebih setelah memenangkan kontestasi Pilkada 2024 bersama dukungan partai berlambang kepala garuda tersebut.
Jika skema ini benar-benar terealisasi, Prima Salam disebut akan diarahkan untuk lebih memfokuskan peran di tingkat provinsi sebagai Bendahara DPD Gerindra Sumatera Selatan, jabatan strategis yang hingga kini masih diembannya. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari penataan ulang mesin politik Gerindra pasca-Pilkada 2024, khususnya dalam memperkuat konsolidasi partai di ibu kota provinsi.
Hingga kini, Partai Gerindra Sumatera Selatan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait wacana tersebut. Namun, dinamika yang berkembang menandakan pergerakan serius di internal partai, seiring persiapan menghadapi agenda politik ke depan.















