Belum Satu Bulan, Jalan Macan Lindungan Rusak Parah

kondisi ruas Jalan Macan Lindungan, Bukit Baru, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan
kondisi ruas Jalan Macan Lindungan, Bukit Baru, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan

HALOPOS.ID|PALEMBANG — Belum genap satu bulan memasuki tahun 2026, kondisi ruas Jalan Macan Lindungan, Bukit Baru, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, justru memantik tanda tanya besar. Jalan yang baru saja diaspal oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui pemenang tender CV Gujirama itu kembali mengalami kerusakan parah. Aspal berlubang tampak di sejumlah titik dan kini membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Proyek pengaspalan yang disebut-sebut menelan anggaran hampir Rp1 miliar tersebut bahkan dilaporkan mulai rusak sejak pertengahan Januari 2026, tak lama setelah pengerjaan rampung pada akhir 2025 lalu. Fakta ini menimbulkan dugaan kuat adanya persoalan serius pada kualitas pekerjaan maupun lemahnya pengawasan proyek.

Apri, salah satu pengendara sepeda motor yang melintas, mengaku heran sekaligus kecewa melihat kondisi jalan tersebut.

“Ini jalannya kelihatan masih baru diaspal, tapi sudah berlubang di beberapa titik. Di arah persimpangan dekat Alfamidi itu jelas sekali. Sangat membahayakan,” ujar Apri, Senin.

Menurutnya, kerusakan dalam waktu singkat merupakan cermin buruk kualitas pembangunan infrastruktur yang dibiayai uang negara.

“Kalau baru sekitar satu bulan sudah rusak, berarti ada yang tidak beres. Kualitasnya patut dipertanyakan. Lalu di mana pengawasannya? Kami sebagai masyarakat sangat kecewa dengan pengerjaan seperti ini,” tegasnya.

Kerusakan dini pada proyek bernilai besar ini menambah daftar panjang persoalan infrastruktur yang dinilai asal jadi. Publik pun mempertanyakan peran konsultan pengawas, serta fungsi pengawasan internal Dinas PUPR Palembang yang seharusnya memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Kota Palembang maupun CV Gujirama terkait penyebab kerusakan dan rencana perbaikan. Masyarakat mendesak agar proyek ini segera diaudit dan diperbaiki, sebelum menelan korban akibat kecelakaan lalu lintas.

Kasus Jalan Macan Lindungan kembali menguatkan sorotan publik terhadap kualitas proyek infrastruktur daerah: anggaran besar, hasil cepat rusak, dan minim pertanggungjawaban.(Red)

Penulis: DinoEditor: Herwanto