HALOPOS.ID|SIDOARJO – Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 pada 31 Januari mendatang, kabar membanggakan datang dari sektor kesehatan. Kabupaten Sidoarjo kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya, sebuah pengakuan atas komitmen daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh warganya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan dalam ajang UHC Award 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo, Ainun Amalia, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo.
Ainun menyebut, capaian UHC ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Sidoarjo dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan. Menurutnya, predikat UHC bukan sekadar penghargaan, tetapi tanggung jawab yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.
“Kami bersyukur dan bangga atas tercapainya UHC di Kabupaten Sidoarjo. Ini adalah komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan masyarakat. Ke depan, kami tidak hanya mempertahankan predikat UHC, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar masyarakat bisa mengakses layanan dengan mudah, cepat, dan setara,” ujar Ainun.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Sidoarjo wajib memberikan pelayanan tanpa diskriminasi. Seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dari segmen apa pun, memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
“Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada penolakan atau perlakuan berbeda. Fasilitas kesehatan di Sidoarjo sudah cukup baik dan merata, termasuk bagi warga tidak mampu yang telah dijamin oleh pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, menilai capaian UHC memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan cakupan kepesertaan yang luas, masyarakat Sidoarjo kini memiliki kepastian dalam mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan administrasi yang rumit.
“Terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sidoarjo. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci keberhasilan mempertahankan UHC. Penghargaan ini milik kita bersama, dan yang terpenting adalah komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN,” ungkapnya.
Munaqib juga menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah layanan. Melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta kini bisa mengakses berbagai layanan kesehatan tanpa harus membawa kartu fisik.
“Peserta cukup menunjukkan NIK di KTP atau KIS Digital di aplikasi Mobile JKN. Bahkan, antrean pelayanan kesehatan bisa diambil secara online, sehingga peserta tahu kapan harus datang ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Selain Mobile JKN, BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai kanal layanan lain, seperti Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (Pandawa) di nomor 08118165165, BPJS Kesehatan Care Center 165, BPJS Keliling, hingga layanan di Mal Pelayanan Publik.
“Semua layanan ini kami siapkan agar peserta semakin mudah mengakses layanan. Kami mengajak masyarakat Sidoarjo untuk memanfaatkannya, karena kemudahan ini hadir untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan nyaman,” pungkas Munaqib.
Capaian UHC Award 2026 ini pun menjadi kado manis bagi Kabupaten Sidoarjo di usia ke-167, sekaligus penegasan bahwa pembangunan kesehatan tetap menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.















