HALOPOS.ID|PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa lanjut usia (lansia) tidak identik dengan kondisi lesu, lemah, dan loyo. Menurutnya, para lansia justru masih memiliki potensi besar untuk tetap produktif dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Ketua Persatuan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (PLLI) Provinsi Sumsel, H. Baijuri Asir, beserta jajaran pengurus di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Selasa (27/1/2026).
Dalam kesempatan itu, H. Baijuri Asir memaparkan sejarah singkat berdirinya PLLI di Sumsel yang telah ada sejak 2005, dengan ketua pertama H. Djarab. Ia menyebut perjalanan organisasi lansia di Sumsel cukup panjang dengan berbagai dinamika.
Ia juga melaporkan sejumlah kegiatan rutin PLLI Sumsel, diantaranya senam lansia yang dilanjutkan dengan zikir bersama setiap hari Selasa. Sementara pada hari Jumat, kegiatan diisi dengan senam dan dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Kahfi.
Meski demikian, Baijuri mengungkapkan bahwa kepengurusan LLI di tingkat kabupaten dan kota di Sumsel sudah terbentuk, namun sebagian besar belum aktif. Untuk itu, pihaknya berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel.
“Kami berharap Bapak Gubernur dapat mengirimkan surat kepada kabupaten dan kota agar kepengurusan LLI dapat diaktifkan kembali,” ujarnya.
Selain itu, Baijuri juga menyampaikan harapan terkait fasilitas kantor dan dukungan anggaran bagi operasional LLI Sumsel. Ia juga berharap Gubernur Sumsel berkenan mengukuhkan kepengurusan LLI Provinsi Sumsel dalam waktu dekat.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Herman Deru menyatakan bahwa setiap lembaga yang menjadi mitra pemerintah memang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan yang proporsional.
Ia pun mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru terpilih, seraya mengingatkan bahwa usia lanjut merupakan anugerah yang patut disyukuri.
“Syukur kita masih diberi Allah umur sampai hari ini, sehingga masih bisa beribadah dan mengabdi,” ujarnya.
Gubernur Herman Deru juga meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mengidentifikasi jumlah lansia di Sumsel secara lebih detail.
“Kita perlu mengelompokkan usia 60 tahun ke atas. Namun, perlu dibedakan mana yang masih aktif dan produktif, serta mana yang sudah membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.
Ia berharap organisasi LLI dapat bersifat inklusif dan tidak membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras. Menurutnya, kolaborasi lintas komunitas perlu terus didorong.
“Banyak komunitas yang aktif, seperti komunitas lari atau komunitas keagamaan, mereka bisa saja dilibatkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Herman Deru menaruh harapan besar agar pengurus LLI Sumsel dapat berkontribusi nyata bagi pemerintah daerah, terutama melalui sumbangan pemikiran dan pengalaman.
“Kita tidak ingin lanjut usia itu identik dengan lesu, lemah, dan loyo. Justru pengalaman hidup mereka dapat menjadi masukan dan suplai pemikiran bagi pemerintah,” tegasnya.
Terkait fasilitas kantor, Gubernur Sumsel menyatakan kesiapan untuk melengkapi kebutuhan yang diperlukan. Namun ia berkelakar agar sarana pendukung juga diperhatikan kualitasnya.
“Kalau kendaraan kantor, coba dicek. Jangan sampai organisasinya lanjut usia, mobilnya juga lanjut usia,” ujarnya disambut senyum.
Sementara itu, terkait rencana pengukuhan pengurus LLI Sumsel, Herman Deru mengusulkan agar acara tersebut didesain dengan suasana santai dan penuh kegembiraan.
“Bisa dikemas dengan nuansa rileks, misalnya senam bersama,” katanya.
Mengenai keaktifan LLI di tingkat kabupaten dan kota, Gubernur Herman Deru menyatakan sangat setuju untuk segera direaktivasi. Ke depan, Pemerintah Provinsi Sumsel akan mengirimkan surat resmi guna mendorong kembali keaktifan kepengurusan LLI di daerah.















