HALOPOS.ID|PALEMBANG – Viral di media sosial (Medsos) Instagram di kota Palembang, seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Nuraini (32), terpaksa melahirkan di teras Musala Al Ikhlas di Jalan KH Balqi Lorong Banten VI, Gang Surya 5, RT 61/16, Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang. Peristiwa ini terjadi pada Senin (12/1/2025), sekitar 07.00 WIB.
Dalam video yang beredar di Instagram berdurasi 53 detik ini, menunjukan proses melahirkan Nuraini yang diketahui merupakan warga Jalan Silaberanti KP Teladan NO 21, RT 007/002, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring Palembang. Dia melahirkan hanya beralaskan sehelai kain dan dibantu warga sekitar bernama Kamsah.
Proses melahirkan kurang lebih 15 menit dibantu empat orang warga. Nuraini melahirkan secara normal, meski ketubannya sudah pecah.
“Awalnya Ibu Nur ini dibonceng suaminya mengunakan motor milik tetangga hendak ke Bidan. Namun di tengah perjalanan, Nur merasakan sakit perut. Sehingga diturunkan suaminya disekitar Musala. Saat itu suaminya pergi untuk mencari bantuan,” ungkap Kamsah.
Melihat Nur kesakitan hendak melahirkan, Kamsah yang tengah berada di dalam rumah, langsung keluar untuk membantu.
“Posisi saya saat itu berada di dalam rumah. Saya mengintip dari Jendela. Nah melihat dia (Nur) kesakitan dan memegang perut, saya spontan keluar rumah, memberikan pertolongan karena melihat tuban Nur sudah pecah,” katanya.
Panik, saat itu Kamsah pun meminta pertolongan warga sekitar untuk memapahnya ke teras Musala Al Ikhlas. “Kami berempat memapah Nur untuk dibawa ke teras Musala, saya melihat ketuban Nur sudah pecah,” ungkapnya.
Sesampai di teras Musala, Nur terlihat mau melahirkan. Dengan mengunakan daster, Kamsah dan sehelai kain yang diberikan warga, Nur pun akhirnya melahirkan anak kelimanya berjenis kelamin Perempuan.
“Saya spontan ikut membantu proses melahirkan Nur ndengan kain sehelai diberi warga dan daster yang saya pakai, untuk menyambut bayi yang keluar. Alhamdulillah proses melahirkan bayi Nur selamat dan langsung keluar dipangkuan saya,” ucapnya.
Tak lama berselang, seorang bidan bernama Rahayu, datang ke Musala untuk membantu proses pemotongan tali pusat. “Setelah tali pusat dipotong, bayi tersebut langsung dibawa bidan Rahayu ke tempat prakteknya yang tidak jauh dari Musala Al Ikhlas,” ungkapnya.
Kamsah mengatakan, ini merupakan pengalaman pertama kali dalam hidupnya ikut membantu proses melahirkan salah satu warga. Bahkan dirinya pun tidak memiliki kemampuan medis, tetapi hanya mengingat pesan orangtua.
“Jadi kata orangtua saya, untuk membantu mempermudah proses melahirkan ibu yang hendak melahirkan, diminumkan air garam. Saat itu saya meminta kepada warga. Alhamdulillah lancar dan bayinya sehat,” katanya.
Terpisah, salah satu warga yang menyaksikan sekaligus turut membantu prose persalinan Nuraini, serta merekam dan memviralkannya ke Medsos, yakni Erlita Silvilliani mengatakan, sebelum Nuraini melahirkan di Musala, pada pukul 06.30 WIB, Nuraini bersama sang suami hendak pergi ke Bidan terdekat guna memeriksakan kandungan.
Namun, saat itu diduga tidak memiliki KIS dan biaya hendak ke rumah sakit dan bidan, suami Nuraini yakni Sakimin (40), malah binggung. Di tengah jalan justru sang istri terjadi kontraksi. Hal ini membuat Sakimin hendak mencari pertolongan.
“Saat itu sang istri di tinggal di tengah jalan. Lalu dilihat warga dan dibantulah menuju teras Musala untuk melahirkan. Saya niat memviralkan untuk membantu Ibu Nur, agar pemerintah kota Palembang dan masyarakat bisa membantunya,” ungkapnya.
Hal ini, ditambahkan Erlita, karena suami Nur tidak memiliki pekerjaan dan tak ada uang. “Saya kasihan dengan mereka. Ini saya lakukan untuk membantu Ibu Nur. Tahu-tahu memang benar malah viral. Ketika saya kirim video tersebut ke sebuah salah satu akun Medsos. kami juga berharap kepada pemerintah Palembang untuk segera membantu Ibu Nur, Apalagi Ibu Nur tidak memiliki KIS,” harapnya















