HALOPOS.ID|PALEMBANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 25 juta orang pada tahun 2026 atau meningkat signifikan dari perolehan tahun sebelumnya.
Target tersebut ditetapkan setelah realisasi kunjungan wisatawan hingga November 2025 tercatat telah menyentuh angka 23,9 juta orang.
Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Sumsel, Vita Sandra menyampaikan capaian tahun lalu telah melampaui sasaran awal yang hanya dipatok sebesar 19 juta wisatawan.
“Sekarang kan realisasi sampai November 2025 sudah 23 juta, diharapkan di tahun 2026 itu bisa 25 juta atau naik 2 juta,” ujar Vita Sandra saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Oleh sebab itu, pemerintah daerah menyiapkan berbagai strategi mulai dari penguatan desa wisata hingga pengembangan ceruk pasar baru.
Pemerintah berencana menambah 10 desa wisata baru pada tahun ini untuk melengkapi 150 desa wisata yang sudah terealisasi sepanjang tahun 2025.
Selain itu, potensi wisata kesehatan (wellness tourism) dan wisata olahraga (sport tourism) akan menjadi fokus utama pengembangan destinasi di Bumi Sriwijaya.
Kegiatan olahraga berskala besar seperti event lari di kawasan Danau Ranau sedang dipersiapkan untuk mengulang kesuksesan Dempo Run 2025 di Pagar Alam.
“Nanti kita juga akan menghadirkan event lari di kawasan Danau Ranau, yang tujuannya juga untuk menarik minat wisatawan datang dan menggerakkan ekonomi lokal,” tuturnya.
Meski begitu, ia mengakui bahwa isu keamanan dan kenyamanan di destinasi wisata masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan.
Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang menjadi salah satu sorotan utama karena masih adanya laporan mengenai tindak kriminal serta pungutan liar.
Persoalan tersebut kini telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian, termasuk tim Pengamanan Objek Vital (Pamobvit), guna meningkatkan pengawasan di lapangan.
Pemerintah berharap adanya peran aktif dari aparat penegak hukum untuk memastikan setiap objek wisata di Sumsel aman bagi pengunjung domestik maupun mancanegara.
“Nah memang ini menjadi keresahan kita bersama dan ini sudah dikomunikasikan dengan pihak Polda, seperti tim Pamobvit, lalu juga Poltabes tentang masalah ini,” pungkasnya.















