Sejumlah Desa di OKU Timur Terendam Banjir, 73 Rumah Terdampak

Banjir merendam delapan desa di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan/ist
Banjir merendam delapan desa di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan/ist

HALOPOS.ID|OKU TIMUR – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten OKU Timur menyebabkan Sungai Muara Balak meluap dan merendam puluhan rumah warga di sejumlah desa di Kecamatan Belitang III, Kamis (8/1/2026) dini hari.

Desa-desa yang terdampak banjir meliputi Desa Nusa Jaya sebanyak 50 rumah, Desa Nusa Bali 5 rumah, Desa Ringin Sari 6 rumah, Desa Karang Sari 5 rumah, serta Desa Nusa Tenggara 7 rumah. Total sebanyak 73 rumah terendam banjir, dengan kondisi terparah terjadi di Desa Nusa Jaya.

Luapan Sungai Muara Balak mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 03.00 WIB. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter di beberapa titik terdalam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU Timur, Ir. Bambang Irawan, menjelaskan bahwa banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.

“Banjir mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 03.00 WIB. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun dampak paling besar terjadi di Desa Nusa Jaya dengan 50 rumah terendam,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, sejak menerima laporan awal, BPBD bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi warga aman. Penanganan banjir difokuskan pada proses evakuasi, penyiapan tempat pengungsian sementara, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, Basarnas, OPD terkait, dan relawan agar penanganan berjalan cepat. Yang terpenting bantuan bisa segera diterima warga,” katanya.

Pemerintah Kabupaten OKU Timur bersama TNI, Polri, dan Basarnas juga langsung menyalurkan bantuan kepada korban banjir dengan mendirikan posko kesehatan, dapur umum, dan tenda logistik. Selain itu, diterjunkan kendaraan rantis dan perahu karet untuk membantu mobilitas serta evakuasi warga. Khusus di Desa Nusa Jaya, telah didirikan tenda penampungan sementara.

“Prioritas utama kita adalah keselamatan warga. Lakukan pendataan dampak dan kerusakan secara akurat, pastikan bantuan sampai kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Semua kebutuhan mendesak warga harus ditangani tanpa menunda,” tegas Bupati.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

“Pemerintah daerah akan terus berada di tengah masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Kita pastikan bantuan tersalurkan dan warga dapat kembali menjalani aktivitas normal,” pungkasnya.

Penulis: LiswanEditor: Herwanto