Pasca Banjir, Stabilitas Ekonomi Warga Agara Digilas Meroketnya Harga BBM Eceran

Pasca Banjir, Stabilitas Ekonomi Warga Agara Digilas Meroketnya Harga BBM Eceran
Pasca Banjir, Stabilitas Ekonomi Warga Agara Digilas Meroketnya Harga BBM Eceran

HALOPOS.ID/ACEH TENGGARA -Bencana banjir dan banjir bandang yang meluluhlantakkan beberapa wilayah di Aceh Tenggara belum sepenuhnya pulih.

Ratapan dan kesedihan warga akibat musibah banjir bandang kian menyisakan luka dalam serta trauma bagi korban.

Ratusan rumah warga tergerus air dan ribuan Kepala Keluarga serta ribuan jiwa terdampak, harta benda raib hingga nyawa sanak saudara tertimbun lumpur dan bongkahan kayu.

Salah satu warga Aceh Tenggara Riky menyampaikan keluhannya ditengah bencana, ekonomi warga sulit. Dimana dalam kondisi duka seperti ini, masih ada saja segelintir oknum memanfaatkan situasi untuk meraup pundi-pundi keuntungan dengan cara yang terkesan tak bermoral.

Secara seenaknya menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax eceran dengan harga diluar nalar 25 hingga 30 ribu perliter.

“Kejam, masyarakat dirundung musibah usai dilanda banjir dan banjir bandang kini stabilitas ekonomi warga Agara digilas mahal dan meroketnya harga BBM eceran oleh oknum pengencer, kata Riky kepada Halopos.id Sabtu 6 Desember 2025.

Menurut Riky dalam beberapa hari ini penyaluran pasokan BBM di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di kabupaten ini terpantau lancar. Namun, antrian kendaraan terus “mengular” di setiap harinya,

Bupati Aceh Tenggara H. M Salim Fakhry, menegaskan agar jangan ada lagi oknum yang melakukan penimbunan BBM. Baik itu dengan menggunakan tangki modifikasi dan modus lain sebagainya.

Bupati mengimbau agar masyarakat tak perlu panik karena pendistribusian BBM di Aceh Tenggara lancar. “Katanya BBM langka ?, BBM tidak langka, BBM lancar di Aceh Tenggara,” kata Fakhry,

Bupati juga menegaskan bagi oknum -oknum bermain BBM agar berhenti melakukan tindakannya.

“Yang selalu mengoplos minyak berhentikan semua ini akan bertentangan nanti dan akan berhadapan dengan aparat penegak hukum di kabupaten Aceh Tenggara,” tegas Bupati.

Pernyataan bupati itu seolah menggambarkan persoalan sulitnya BBM menjangkau masyarakat luas bukan karena pasokan BBM yang langka.

Melainkan diduga kuat ada permainan nakal yang dimainkan oleh oknum oknum tertentu demi meraup keuntungan ditengah situasi bencana.

Di tempat terpisah salah satu Pemilik SPBU, Mas Pelik mengatakan BBM di Aceh Tenggara normal masuk, BBM tiap hari masuk tapi diratakan hanya 8 ton untuk solar dan pertalite 8 ton tidak bisa lebih, katanya

Ia menyebutkan biasanya kami tiap hari ada 16 ton sementara ini untuk pemerataan suplai di daerah yg bencana lebih besar, tapi yakin lah pertamina masih memberikan pendistribusian yang terbaik di setiap daerah imbas bencana, sebutnya

Mas Pelik juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik, yakinlah kami masih bisa mensuplay tiap hari.

Harapan kita masyarakat menyadari terutama pengecer menjual dengan harga yang tidak sepantasnya dan terimakasih kepada bapak Bupati yang sudah mengeluarkan surat keputusan untuk harga dan pihak keamanan Polri dan TNI yang tak henti hentinya membantu kelancaran pendistribusian ke masyarakat

“Kita berdoa semoga semuanya dapat pulih dan tidak ada maksud dari musibah bencana itu digunakan untuk hal- hal yang tidak baik terutama harga eceran BBM di tengah saudara kita yang mengalami musibah,” harapnya

Penulis: M YusufEditor: Herwanto