HALOPOS.ID|PALEMBANG – Puluhan warga Kecamatan Gandus Palembang Sumatera Selatan melakukan aksi turun kelapangan. Pasalnya, jalan yang biasa digunakan warga sebagai akses ke kebun rakyat ditutup developer perumahan.

Dengan membawa sejumlah spanduk bertuliskan penolakan perumahan di jalan Tanjung Rawan, puluhan warga Gandus Palembang Sumatera Selatan melakukan aksi turun kelapangan untuk membongkar Jalan menuju kebun rakyat yang ditutup oleh pengembang perumahan.
Mustofa warga sekitar menilai, pengembang perumahan telah semena-mena menutup akses Jalan Talang Kemang ke Sungai Tenang menuju arah ke kebun rakyat. Padahal, jalan tersebut tanah hibah yang telah di wakafkan oleh pemilik tanah sejak berpuluh-puluh tahun dan di manfaaatkan warga sebagai fasilitas umum.
Sementara itu, Sukati tokoh masyarakat menerangkan, asal muasal jalan yang digunakan warga merupakan tanah pribadi milik keluarganya, yakni Malian bin Munir.
“Pihak keluarga telah melakukan jual beli atas lahan tersebut. Namun, kepada pembeli ahli waris telah menerangkan bahwa tanah tersebut telah di wakafkan untuk akses jalan masyarakat dengan panjang sekitar 58 Meter Lebar 2 Meter. Namun oleh pembeli tanah tersebut dijual kembali,” jelasnya.
Kemudian Mardiah selalu RT meminta kepada Pemerintah Kota Palembang Walikota dan Gubernur Sumatera Selatan agar persoalan sosial antara masyarakat Gandus dan pengembang perumahan dapat di fasilitasi untuk diselesaikan, sehingga keharmonisan dalam pembangunan dan kemajuan daerah juga dapat berjalan dengan baik dan tidak meningkalkan persoalan-persoalan dikemudian hari.
Protes dengan ulah pengembang, warga pun mendatangi lokasi penutupan askses jalan, warga menyampaikan penolakan pembangunan perumahan diwilayah tersebut. Menurut warga pembangunan akan berdampak terhadap penurunan hasil perkebunan dan berdampak juga terhadap lingkungan dan menimbulkan persoalan sosial ditengah masyarakat.
















