Alarm Pendidikan Palembang: 185 Anak Terselamatkan dari Jurang Putus Sekolah

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)Almarfuah Palembang sedang melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)Almarfuah Palembang sedang melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

HALOPOS.ID|PALEMBANG —Upaya menyelamatkan anak-anak dari jurang putus sekolah di Kota Palembang semakin diperkuat. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang memastikan sebanyak 185 anak yang sebelumnya hengkang dari dunia sekolah kini resmi kembali mendapatkan hak pendidikan, melalui Ujian Kesetaraan Paket A (setara SD) dan Paket B (setara SMP). Seluruh peserta telah terdata dan kini tersebar di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di penjuru kota.

Kabid PAUD dan Dikmas Disdik Palembang, Andalusia melalui Plt. Katim Sarpras PAUD dan Dikmas, R. Abd. Syaripuddin menegaskan bahwa program kesetaraan menjadi “jembatan penyelamat” bagi anak-anak yang pendidikannya sempat terputus.

“Selain kembali ke sekolah formal, banyak juga yang memilih pendidikan nonformal melalui program kesetaraan. Ini solusi bagi anak yang sudah terlalu lama tidak bersekolah,” ujar Syaripuddin, Jumat (14/11/2025).

Menurutnya, Disdik Palembang telah mengeluarkan rekomendasi kepada para orangtua agar mengarahkan anak mengikuti pembelajaran di PKBM terdekat. Koordinasi dengan seluruh PKBM disebut berjalan intensif, memastikan semua anak mendapatkan tempat belajar.

“Kita sudah koordinasikan dengan PKBM sesuai klaster wilayah. Penempatannya berjalan lancar.Orangtua yang belum menerima informasi diminta segera mendatangi sekolah atau PKBM terdekat,”tegasnya

Syaripuddin juga memastikan bahwa seluruh peserta yang kembali belajar baik melalui sekolah formal maupun kesetaraan akan langsung dimasukkan ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk pemantauan dan pembinaan berkelanjutan.

Ujian Kesetaraan Paket A dan B di Palembang direncanakan berlangsung pada April 2025, menjadi asesmen resmi untuk menyetarakan pendidikan nonformal dan informal dengan pendidikan formal tingkat dasar dan menengah.

Tahun ini, 15 PKBM dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) mengikuti program, dengan rincian 75 peserta Paket A dan 110 peserta Paket B.

Disdik menilai program kesetaraan sebagai langkah konkret memastikan tidak ada anak di Palembang yang tercecer dari layanan pendidikan.

“Ini bagian dari komitmen Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak,”pungkas.(San)