JEMBER  

1.500 Sekolah Rusak Berat, Bupati Jember Gus Fawait Minta Perbaikan Dapodik

Bupati Jember Muhammad Fawait saat konferensi pers di aula Dispendik Jember Rabu (18/6/2025)
Bupati Jember Muhammad Fawait saat konferensi pers di aula Dispendik Jember Rabu (18/6/2025)

HALOPOS.ID|JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkap sebanyak 1.500 sekolah yang rusak parah.

Bahkan, jumlah tersebut masih belum termasuk sekolah yang mengalami rusak ringan.

“Angkanya sangat mengejutkan. Sekolah yang rusak berat mencapai lebih dari 1.500. Belum lagi yang rusak ringan jumlahnya juga tidak kalah banyak,” kata Gus Fawait di aula Dinas Pendidikan Jember Rabu (18/6/2025)

Dia menjelaskan kerusakan fasilitas sekolah ini ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember.

Meski pada tahun 2025 telah disiapkan anggaran perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kabupaten, Bupati menyadari bahwa tantangan ini tidak bisa selesai dalam satu atau dua tahun.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, butuh puluhan tahun untuk menyelesaikan perbaikan sekolah ini. Sementara sekolah yang rusak ringan hari ini bisa saja jadi rusak berat dalam waktu dekat,” ujar dia.

Dia menerangkan permasalahan lain yang mencuat adalah ketidaksesuaian data sekolah di sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

Banyak sekolah melaporkan kondisi seolah-olah baik demi kepentingan akreditasi, padahal di lapangan tidak memiliki perpustakaan, laboratorium komputer, bahkan ruang kelas yang layak.

“Sekolahnya rusak, lab komputernya sewa, perpustakaan enggak ada tapi ditulis ada. Ini yang menyebabkan pusat tidak tahu kondisi riil kita,” kata Bupati.

Karena itu, ia menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki Dapodik sebelum akhir Juli 2025.

Ia juga meminta keterlibatan Komisi D DPRD Kabupaten Jember dalam mengawasi proses perbaikan data tersebut.

“Kalau memang tidak ada lab komputer, ya katakan tidak ada. Jangan mengada-ngada demi akreditasi. Kalau rusak, ya laporkan rusak. Ini PR kita bersama,” tegasnya.

Gus Fawait mengaku telah menyampaikan langsung kondisi pendidikan di Jember ke pemerintah pusat.

Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat terhadap sektor pendidikan.

“Biasanya kita hanya dapat bantuan Rp6 miliar hingga Rp9 miliar setahun karena pengajuannya kecil. Kabupaten lain bisa dapat Rp100 miliar karena berani mengajukan besar. Mereka jujur mengakui sekolah mereka banyak yang rusak,” jelasnya.

Dengan perbaikan data dan transparansi kondisi riil, Bupati berharap dukungan pusat bisa meningkat drastis.

Ia menargetkan penyelesaian perbaikan seluruh sekolah rusak berat di Jember bisa dilakukan dalam lima tahun ke depan.

“Start kita hari ini dari angka 1.500 lebih sekolah rusak berat. Mudah-mudahan bisa kita selesaikan selama lima tahun mendatang,” pungkasnya.

Penulis: SupriadiEditor: Herwanto