Embarkasi Palembang Telah Berangkatkan 2.151 Jamaah

6 Jamaah Masih Tunda

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Sebanyak 359 jamaah calon haji (JCH) kloter 6 Embarkasi Palembang, Jumat (2/6) dinihari WIB, bertolak meninggalkan Bandara SMB II Palembang menuju Madinah. Dengan keberangkatan kloter 6, Embarkasi Palembang hingga saat ini telah memberangkatkan 2.121 jamaah dan 30 petugas kloter.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sumsel H. Armet Dachil menjelaskan, hingga kloter 6 ini masih ada enam jamaah yang tertunda berangkat ke Tanah Suci karena sakit. Mereka adalah Mursidah (91) dan Sumiatun (92) asal OKU Timur dari kloter 3, Aisyah Mat Piah (68) asal Ogan Ilir dari kloter 5, serta Wiwik Sawiya (48) dari Palembang, Mascik Baharudin Dayat (72) dari Empat Lawang, dan Nursinah Ahmad Safar (70) dari Palembang. Tiga nama terakhir berasal dari kloter 6.

“Jamaah kloter 6 yang berangkat berjumlah 359 termasuk lima petugas. Ada tiga jamaah yang ditunda berangkat namun ada dua jamaah dari kloter 2 dan kloter 4 yang ikut bergabung yani Kartila Endarti dan Hotma Harahap. Keduanya sempat dirawat di Rumah Sakit Siti Fatimah dan sore tadi kembali dibawa ke Asrama Haji karena kondisinya sudah pulih dan dinyatakan laik terbang,” jelas Armet.

Saat melepas jamaah kloter 6 di Aula Asrama Haji Palembang, Kamis (1/6) malam, Armet berpesan agar jamaah fokus untuk menjalankan ibadah. Mereka juga diminta menjaga kekompakan dan kesehatan.

“Fokuslah untuk beribadah, tidak perlu mengurus cara ibadah orang lain. Selain itu, kondisi di Arab Saudi sangat panas, info terakhir suhu di sana mencapai 51 derajat celcius. Untuk itu, bapak/ibu hendaknya dapat menjaga kesehatan. Sering minum air putih, selalu memakai pelindung kepala dan alas kaki saat keluar hotel,” pesan Armet.

Jamaah tertua di kloter 6 sendiri tercatat atas nama Maimunah Musa (103). Maimunah saat diwawancarai merasa senang dan bersyukur masih diberi kesehatan oleh Allah. Dia mengaku berangkat tanpa pendamping. Maimunah adalah jamaah dari Desa Seleman Ilir, Kabupaten Empat Lawang.

Editor: Herwan