Teriakan Yel “Pemuda Produktif, Wujudkan Sumsel Kondusif

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Dengan tema “Bersatu Membangun Bangsa”, sebanyak 100 orang mahasiswa dari berbagai ikatan pemuda mengadakan talkshow South Sumatera Youth Leaders Forum di Gedung DPD RI Perwakilan Sumatera Selatan, Senin (31/10/2022).

Ruang gagasan untuk memperingati hari sumpah pemuda ke 94 tahun tersebut sekaligus melaunching Pemuda penggerak Sumsel Mandiri Pangan. Tujuannya untuk  membantu semua masyarakat rumah tangga miskin yang akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultural Sumsel, HR Bambang Pramono menilai, kegiatan tersebut sangat kreatif, karena inovasi maupun terobosan yang di lakukan ruang gagasan dari semua universitas di Sumsel sangat membanggakan.

“Apa tugasnya, tugasnya tentu saja pemuda-pemudi ini membantu mendampingi rumah tangga miskin tersebut dalam mengembangkan bantuan yang diberikan. Bagaimana mengedukasi mereka untuk melakukan penanaman sayur dengan baik, memelihara ikan, serta memelihara unggas untuk kebutuhan pangan mereka,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum terjun kelapangan, mereka akan dididik dan diedukasi dinas pertanian untuk dapat melakukan teknis penanam budidaya Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.

“Yang disalurkan kepada masyarakat, yaitu rumah tangga miskin 12 persen, seperti bibit sayuran 20 polibet, bibit ikan 100 ikan, 100 unggas atau setara 100 ayam darah yang siap bertelur, pakan dan lainnya,” jelasnya.

Presiden Mahasiswa di Universitas Sumsel sekaligus Ketua Pelaksana, Andi Wiradinata mengatakan, alasan untuk melauching Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan sudah beberapa bulan lalu, kemudian dari ruang gagasan ini tercetus untuk menciptakan talkshow, tetapi berbeda di peringatkan Hari Sumpah Pemuda.

“Sayakan dari Fakultas Pertanian sempat  mendengar isu program pemerintah bahwasanya ada program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan. Itulah yang kami kaji yang kami angkat dan ide-ide yang kami kumpulkan, maka tercetuslah Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan ini,” ungkapnya.

Namun, untuk alasan diciptakannya Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan,  karena beberapa tahun lalu Provinsi Sumsel masuk 10 besar daerah miskin.

“Maka dari itu, dengan adanya Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan ini, bisa mengangkat Sumsel menjadi daerah yang tidak termasuk 10 besar daerah miskin lagi,” ungkapnya.

“Kami juga ingin menciptakan pemuda petani milenial yang mendunia,” pungkasnya.

Mengakhiri kegiatan Talksahow, Narasumber, Pemuda Pergerakan Sumsel Mandiri Pangan dan peserta menyerukan Teriakan Yel Pemuda Produktif, Wujudkan Sumsel Kondusif.

“Karena dengan teriakan Yel “Pemuda Produktif, akan mewujudkan Sumsel Kondusif,” terang Andi