HALOPOS.ID,JAKARTA – Naiknya harga minyak goreng beberapa hari terakhir disebabkan adanya hambatan di berbagai negara sehingga memacu harga internasional juga mengalami kenaikan.
“Kanada dan Argentina sebagai pemasok Canola Oil terjadi gangguan panen sehingga produksinya turun sekitar 7% dan menyebabkan turunnya pasokan dunia,” katanya Oke Nurwan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.
Selain itu, produksi crude palm oil (CPO) Malaysia turun sekitar 8%. Hal itu dikatakan karena kekurangan tenaga kerja yang disebabkan oleh pandemi.
“Krisis energi dibeberapa negara , India, China, Eropa, sehingga mengalihkan ke bioenergi termasuk biodiesel. Biaya logistik tinggi (akibat pandemi) karena penurunan frekuensi pelayaran sehingga space kapal angkut terbatas juga berdampak pada kelangkaan kontainer internasional,” lanjutnya.
Dalam keterangan terpisah, Oke menyebut meski harga minyak goreng mengalami kenaikan pasokan minyak goreng di masyarakat saat ini aman. Kebutuhan minyak goreng nasional sebesar 5,06 juta ton per tahun, sedangkan produksinya bisa mencapai 8,02 juta ton.
Berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan, harga minyak goreng rata-rata nasional saat ini untuk minyak goreng curah Rp16.100/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp16.200/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp17.800/liter.
















