Berita  

Manfaat Santan Kelapa Bagi Kesehatan Jantung

PALEMBANG – Santan adalah cairan berwarna putih susu yang berasal dari parutan daging kelapa tua yang dibasahi sebelum akhirnya diperas dan disaring.

Wujudnya yang tidak tembus cahaya dan rasanya yang kaya disebabkan oleh kandungan minyak, bagian terbesarnya adalah lemak jenuh.

Uniknya, santan kelapa merupakan salah satu bahan makanan yang dianggap bisa memicu berbagai penyakit serius.

Padahal, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar, tapi gak sepenuhnya salah juga.

Seperti diketahui, santan adalah salah satu bahan masakan khas Indonesia yang kaya rasa.

Teksturnya yang kental dengan aroma yang gurih menjadi daya tarik tersendiri.

Santan banyak digunakan tidak hanya pada masakan Indonesia, namun juga di negara-negara Asia Tenggara, Hawaii, India, dan Amerika Selatan.

Menu khas lebaran juga didominasi oleh santan.

Sebut saja rendang, opor ayam, sayur ketupat, gulai, dan ketupat ketan.

Semua menu ini mengandung santan.

Santan sering disalahkan sebagai penyebab kolesterol tinggi.

Benarkah begitu, atau santan memiliki manfaat bagi kesehatan?

Dilansir dari Health Line (11/12/2018), santan adalah bahan makanan yang tinggi kalori.

Sebanyak 93% kalori santan berasal dari lemak, termasuk lemak jenuh.

Selain berkalori tinggi, santan mengandung banyak vitamin dan mineral, seperti protein, karbohidrat, vitamin C, asam folat, zat besi, dan mangan.

Santan memiliki manfaat bagi kesehatan yang mungkin belum Anda ketahui.

Berikut pembahasannya.

Menurunkan berat badan

Santan mengandung medium-chain triglycerides (MCT) yang dikaitkan dengan menurunkan berat badan.

MCT memicu energi dengan cara termogenesis atau produksi panas.

Sebuah studi yang dipublikasikan di NCBI tahun 2016 menemukan bahwa MCT bisa menurunkan berat badan dan lingkar perut.

MCT juga menyeimbangkan mikrobiota di saluran cerna.

Orang yang mengonsumsi MCT juga cenderung mengurangi porsi makan setelahnya.

Menyehatkan jantung

Beberapa studi mengaitkan lemak jenuh dengan kolesterol tinggi dan resiko penyakit jantung.

Sebagian orang mungkin menghindari santan karena dianggap bahan yang tinggi lemak.

Namun, sumber lemak jenuh bisa jadi berbeda efeknya terhadap tubuh Anda.

Peran genetik juga berpengaruh tentang bagaimana seseorang memetabolisme lemak jenuh.

Baru sedikit penelitian yang meneliti efek santan pada kolesterol.

Namun sudah banyak penelitian tentang minyak kelapa.

Minyak kelapa memiliki komponen yang hampir mirip dengan santan.

Hasilnya, minyak kelapa tidak meningkatkan kolesterol jahat atau kolesterol LDL.

Namun, minyak kelapa meningkatkan kolesterol baik, yaitu kolesterol HDL.

Mendorong sistem imun

Santan mengandung lemak yang disebut asam laurat.

Para ahli percaya bahwa asam laurat berfungsi untuk mendorong sistem imun.

Beberapa studi juga menemukan asam laurat memiliki efek antimikroba dan antiradang.

Beberapa bakteri yang terbukti dihambat pertumbuhnannya oleh asam laurat adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus pnemoniae.

Asam laurat juga memicu kematian sel kanker pada kasus kanker payudara dan kanker dinding rahim.

Baca Selanjutnya:

4 Hal Ini Penyebab Bahayanya Makan Junk Food, Kurangi Jika Tak Ingin Punya Penyakit Kronis

Minyak kelapa memiliki komponen yang hampir mirip dengan santan.

Hasilnya, minyak kelapa tidak meningkatkan kolesterol jahat atau kolesterol LDL.

Namun, minyak kelapa meningkatkan kolesterol baik, yaitu kolesterol HDL.

Mendorong sistem imun

Santan mengandung lemak yang disebut asam laurat.

Para ahli percaya bahwa asam laurat berfungsi untuk mendorong sistem imun.

Beberapa studi juga menemukan asam laurat memiliki efek antimikroba dan antiradang.

Beberapa bakteri yang terbukti dihambat pertumbuhannya oleh asam laurat adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus pnemoniae.

Asam laurat juga memicu kematian sel kanker pada kasus kanker payudara dan kanker dinding rahim.

Baca juga: Opor Ayam Tanpa Santan, Menu Lebaran Bebas Kolesterol

Cara mengonsumsi santan

Kebanyakan orang Indonesia hanya menggunakan santan sebagai dasar masakan berkuah.

Namun, untuk mendapatkan manfaat santan, Anda juga bisa menggunakan cara berikut.

Ganti susu sapi yang Anda minum dengan santan.

Bisa diminum langsung, dimakan dengan sereal, atau dicampur sebagai campuran smoothies.

Selain itu Anda juga bisa menggunakan santan untuk memasak oat.

Efek buruk

Selain manfaatnya bagi kesehatan, Anda juga harus mewaspadai efek buruk yang ditimbulkan santan. Karena santan mengandung kalori tinggi dan lemak.

Jika mengonsumsinya terlalu banyak, justru santan akan membuat berat badan Anda bertambah.

Santan juga mengandung fermentable carbohydrates, atau karbohidrat yang mudah mengalami fermentasi di dalam saluran cerna. Jika tidak bijak mengonsumsi santan, ini bisa memicu diare dan konstipasi.