Dilihat 26 Juta Orang, Ternyata Ratu Elizabeth II Tak Dikubur

Raja Charles III, Camilla, Permaisuri dan anggota keluarga Kerajaan mengikuti di belakang peti mati Ratu Elizabeth II. (AP/Danny Lawson)
Raja Charles III, Camilla, Permaisuri dan anggota keluarga Kerajaan mengikuti di belakang peti mati Ratu Elizabeth II. (AP/Danny Lawson)

HALOPOS.ID – Pemakaman Ratu Elizabeth II menarik perhatian penduduk Inggris. Lebih dari 26 juta orang di Inggris menonton pemakaman Ratu Elizabeth II yang pertama disiarkan di televisi untuk seorang raja.

Menurut Badan Penelitian Audiens Penyiar (BARB), rata-rata 26,2 juta orang menonton jam upacara pemakaman Ratu di Westminster Abbey di layar TV.

Hal itu menjadikannya salah satu momen terbesar dalam sejarah TV Inggris, dikutip, Sabtu (24/9/2022).

Meskipun demikian, jumlah orang yang menonton pemakaman Ratu Elizabeth II tidak sebanyak saat Inggris memenangkan final Piala Dunia pada 1966. Saat itu, diperkirakan lebih dari 30 juta orang menonton pertandingan sepak bola tersebut.

Itu menjadikannya salah satu momen terbesar dalam sejarah TV Inggris, meskipun tidak mencapai rekor 32,3 juta orang yang menonton Inggris memenangkan final Piala Dunia 1966, yang mengumpulkan penonton terbesar, menurut BBC.

Penonton yang menonton dari komputer pribadi,ponsel dan tablet akan dipublikasikan awal minggu depan oleh BARB.

Setelah disemayamkan selama empat hari penuh, jenazah Ratu Elizabeth II dimakamkan Senin (19/9/2022). Meski demikian, jenazah ratu yang telah memimpin Kerajaan Inggris selama 70 tahun tersebut tidak akan dikubur di tanah, seperti pemakaman pada umumnya.

Anggota Keluarga Kerajaan dimakamkan di dalam sebuah ruangan, bukan langsung di bawah tanah. Karena itu, peti mati mereka dilapisi dengan timah untuk memperlambat proses pembusukan. Timah menyegel peti mati dan mencegah kelembaban masuk, sehingga bisa menjaga tubuh tetap utuh hingga satu tahun.

Hal ini juga demi memastikan bahwa bau dan racun apa pun dari mayat tidak dapat keluar peti dan merusak lingkungan.

Ratu Elizabeth dimakamkan di sebuah Royal Vault, semacam brankas kerajaan, di Kastil Windsor, yang menjadi tempat peristirahatan raja-raja sebelumnya. Setelah itu, peti matinya akan dipindahkan ke Kapel Memorial Raja George VI di Kastil Windsor.

Mendiang suaminya, Pangeran Philip, Duke of Edinburgh, pada 2021 lalu juga dimakamkan di peti mati yang dilapisi dengan timah, mengikuti tradisi keluarga kerajaan sejak ratusan tahun lalu.

Adapun, peti mati Ratu Elizabeth II dilaporkan terbuat dari kayu oak, diyakini berasal dari Perkebunan Sandringham di Norfolk, Inggris. Andrew Leverton dari perusahaan pembuat peti mati Leverton & Sons, mengatakan kepada The Times bahwa bahan baku tersebut sangat langka di Inggris, mengingat kayu oak biasanya didatangkan dari Amerika. (**)

Editor: Herwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.